Rekomendasi Film: X-Men: Dark Phoenix (2019)

“X-Men: Dark Phoenix” (2019), yang disutradarai dan ditulis oleh Simon Kinberg, merupakan film yang mengakhiri saga X-Men di bawah bendera 20th Century Fox. Film ini mencoba untuk kembali ke salah satu kisah komik X-Men yang paling ikonik dan traumatis: transformasi Jean Grey menjadi entitas kosmik yang destruktif, the Phoenix.

Film ini berlatar tahun 1992, sekitar satu dekade setelah peristiwa X-Men: Apocalypse. Para mutan telah mendapatkan pengakuan publik dan dihormati sebagai pahlawan, yang menciptakan periode ketenangan yang rapuh bagi X-Men. Rekomendasi film ini adalah untuk penonton yang ingin melihat penutup visual yang megah untuk generasi X-Men ini (McAvoy, Fassbender, Lawrence) dan menikmati adegan aksi yang intens di akhir, meskipun narasi dan pengembangan karakternya memiliki kekurangan yang signifikan.

Misi di Luar Angkasa dan Kekuatan Baru

Film dimulai dengan X-Men yang menjalankan misi penyelamatan yang berani di luar angkasa. Dipimpin oleh Professor Charles Xavier (James McAvoy), tim inti—termasuk Jean Grey (Sophie Turner), Mystique/Raven (Jennifer Lawrence), Beast (Nicholas Hoult), dan Cyclops (Tye Sheridan)—terbang ke orbit untuk menyelamatkan para astronot NASA yang terancam oleh fenomena aneh di luar angkasa.

Meskipun misi berjalan sesuai rencana, tim X-Men menghadapi ancaman yang tak terduga. Jean Grey secara langsung terpapar oleh energi kosmik misterius yang jauh lebih kuat dari solar flare biasa. Energi ini merasuk dan menyatu ke dalam dirinya. Jean selamat tanpa luka fisik, tetapi segera menjadi jelas bahwa peristiwa di luar angkasa itu telah membuka potensi kekuatan yang tidak pernah ia duga—kekuatan yang sangat besar, tidak stabil, dan mematikan.

Pengkhianatan dan Konflik Internal

Seiring Jean bergumul dengan kekuatan barunya, ia mulai kehilangan kendali atas emosi dan kekuatannya. Kekuatan kosmik ini membangunkan trauma masa lalunya yang tertekan, yang ternyata disembunyikan oleh Professor Xavier melalui manipulasi pikiran di masa mudanya.

Pengungkapan bahwa Xavier telah menyembunyikan kebenaran darinya demi “melindunginya” memicu amarah dan rasa dikhianati yang luar biasa pada Jean. Ia melarikan diri dari X-Men, menyebabkan tragedi tak terduga yang memecah belah tim.

X-Men kini terbelah menjadi dua sisi, menghadapi dilema moral yang serius:

  • Sisi Xavier: Berusaha mengembalikan Jean yang mereka kenal, meskipun mereka harus mengakui bahwa Jean kini adalah entitas yang terlalu berbahaya.
  • Sisi Magneto: Erik Lehnsherr/Magneto (Michael Fassbender), yang kini hidup damai di komunitas mutan baru, dihasut oleh tragedi yang disebabkan Jean. Ia kembali menjadi vigilante, bertekad untuk membunuh Jean demi mencegah kehancuran yang lebih besar.

Ancaman Eksternal dan Perang Total

Di tengah kekacauan internal X-Men, muncul ancaman baru yang misterius dalam bentuk makhluk asing yang dipimpin oleh seorang karakter misterius, Vuk (Jessica Chastain). Vuk dan rasnya telah melacak energi kosmik Phoenix selama berabad-abad, dan mereka berencana untuk menggunakan Jean dan kekuatannya untuk tujuan mereka sendiri—merebut Bumi sebagai rumah baru mereka.

Vuk berusaha memanipulasi Jean, meyakinkannya bahwa ia adalah entitas yang lebih besar dari sekadar mutan, dan membujuknya untuk melepaskan seluruh kendalinya. Pertarungan kini tidak hanya terjadi antar mutan, tetapi juga melibatkan kekuatan alien yang menuntut penguasaan atas kekuatan kosmik di dalam diri Jean.

Puncaknya adalah pertempuran skala besar yang intens. Karakter-karakter utama (termasuk Magneto, Beast, dan Cyclops) dipaksa untuk mengesampingkan perbedaan mereka dan bersatu untuk menghadapi kekuatan Jean Grey yang tak terkendali dan invasi alien Vuk.

Kesimpulan Rekomendasi: Penutup Epik

Meskipun X-Men: Dark Phoenix dikritik karena alur ceritanya yang terasa tergesa-gesa dan gagal sepenuhnya mengeksplorasi kedalaman psikologis cerita aslinya, film ini tetap menawarkan beberapa momen yang patut ditonton:

  1. Aksi Intens: Film ini menyajikan adegan aksi di kereta api yang brutal dan mengesankan, serta penggunaan kekuatan mutan dalam skala yang besar.
  2. Visual dan Musik: Desain visual kekuatan Phoenix dan scoring musik yang epik oleh Hans Zimmer memberikan dampak sinematik yang kuat.
  3. Penutup Generasi: Film ini memberikan momen perpisahan yang definitif untuk generasi aktor X-Men ini (James McAvoy, Michael Fassbender, Jennifer Lawrence), menjadikannya tontonan yang emosional bagi penggemar setia franchise tersebut.

Jika Anda mencari penutup yang memuaskan secara visual dan ingin menyaksikan seluruh generasi X-Men bersatu untuk terakhir kalinya, film ini adalah final yang penuh gejolak.